dari buku……..

Image

 

Dh lama x berblog. Baru2 ni terbaca buku karya  Imam Al ghazali bertajuk Di Balik tabir Kematian.

Ada banyak yg boleh dikongsikan di sini. Namun mayang bkn jenis yg nk menulis pnjg2. Jadi mgkn boleh lh kata artikel ini sebagai  bah 1.

Dipetik dari bab 3 Dahsyatnya Sakaratulmaut Dan Yang Mesti Dilakukan Saat Itu

Kisah para nabi menghadapi sakarul maut

a)      Diriwayatkn bahawa Rasulullah s.a.w  biasa berdoa:

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mencabut nyawa dari urat2, punggung dan hujung2 jari. Ya Allah , maka tolonglh aku atas kematian, dan ringankan lah aku dalam menghadapinya.”

                                                                                (hadis riwayat Ibnu Abi Dun-ya)

 

b)      Dalam sebuah riwayat , ketika Nabi Ibrahim a.s meninggal dunia, Allah Ta’ala bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu rasa kematian wahai kekasihKu?” Ibrahim menjawab, “Seperti  sebuah besi pengait yang dimasukkan ke dalam gumpalan bulu yang basah, kemudian ditarik.” Allah berfirman: “ itu kerana Kami sudah meringankannya untuk dirimu.”

 

c)       Ketika roh Nabi Musa a.s menuju ke hadirat Allah S.W.T , Allah bertanya kepada nya “wahai Musa, bagaimana kamu mendapati kematian?” Ia menjawab, “Aku mendapati diriku laksana seekor burung pipit yang dipanggang hidup2 diatas pemanggang. Ia tidak mati agar terbebas dari rasa sakit, dan tidak juga boleh terbang untuk menyelamatkan diri.”

 

d)      Nabi s.a.w ketika berada di ambang kematian, baginda memasukkan tngan ke dalam segelas air lalu baginda mengusapkannya ke wajah seraya berdoa  “ Ya Allah ringankanlah atasku sakaratulmaut “. ( hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Setelah malaikat maut mencabut nyawa orang yg telah smpai ajalnya, apakah yg dilakukan seterusnya?

Al Hasan al Bashri berkata “Setiap hari malaikat maut memeriksa setiap rumah sebanyak 3 kali. Ia mencabut nyawa orang yang telah cukup rezekinya dan telah sampai waktunya. Selesai nyawa orang itu dicabut, ia ditangisi dan diratapi oleh anggota keluarganya. Lalu sambil memegang daun pintu, malaikat maut berkata, “Demi Allah , aku tidak memakan rezekinya, tidak menghabiskan usianya dan tidak memendekkan ajalnya. Aku akan selalu kembali dan kembali lagi ke tengah2 kalian, sampai tidak ada seorang pon diantara kalian yang tinggal.”

Al hasan melanjutkan, “Demi Allah, seandainya mereka boleh melihat tempat malaikat maut berdiri dan mendengar ucapannya, nescaya mereka akan melupakan jenazah orang tersebut dan menangisi diri sendiri”

Dalam halaman 228, ada satu doa( drpd Asy-Syafi’i rahimahulla yang  menghadapi masalah yg membuatkan hatinya  sakit dan pedih. Hanya Allah Ta’ala yg tahu akan penderitaannya 

Ya Allah, aku tidak berkuasa mendatangkan bagi diriku sendiri suatu manfaat, mudharat,kematian,kehidupan dan kebangkitan kembali. Aku hanya boleh menerima apa yang engkau berikan  kepadaku dan aku tidak boleh berlindung selain dengan perlindunganMu. Ya Allah, bimbinglah aku  dalam perkataan dan perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau redhai dalam keadaan selamat.”

Bacalah doa ini berulang kali. Sekian utk kali ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s